Wahana Canggih di Taman Pintar Jogja

Taman Pintar Yogyakarta kini semakin lengkap dengan banyaknya wahana baru yang cukup canggih. Ada wahana ’Zona Air untuk Kehidupan’ yang menyajikan objek menarik, seperti diorama siklus air, skema miniatur pembentukan lapisan aquifer, pojok hidrogeologis, akuarium virtual, dan permainan berbentuk virtual touch screen (layar sentuh).

Meski bernama ’’Zona Air untuk Kehidupan’’, sebagian besar air yang ada di wahana berukuran 17,5 x 6,4 meter itu merupakan air virtual alias gambar. Begitu pengunjung masuk wahana itu, mereka disambut akuarium virtual yang terpasang di lantai. Walau virtual, akuarium itu tampak seperti sungguhan. Gambar ikan bisa ’’lari’’ bila diinjak.

Selain itu, juga ada permainan skema siklus air pada layar sentuh, yakni menyusun awan virtual yang tersebar, membentuk komposisi piramid. Pendek kata, berbagai informasi tentang air sebagai sumber kehidupan terdapat di sini.

Taman Pintar Jogja

Hadirnya wahana tersebut akan memperkaya fasilitas belajar di Taman Pintar. Dengan demikian, para pengunjung, khususnya anak-anak, bisa semakin sering berkunjung di Taman pintar.

Baca juga Museum Perjuangan Yogyakarta

Wahana Lain Di Taman Pintar Jogja

Selain wahana yang canggih tentang air, Taman Pintar Jogja juga dilengkapi wahana lain namun konvensional. Antara lain play ground (arena permainan anak), Gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta Gedung Oval yang menyajikan akuarium air tawar dan replika hewan prasejarah.

Ada juga Gedung Kotak yang berisi Radio Anak Jogja, Zona Jembatan Sains, Zona Teknologi Pengolahan Pangan, perpustakaan, laboratorium sains, dan teater empat dimensi. Gedung Memorabilia, wahana lainnya, menyajikan sejarah kesultanan Jogja, sejarah tokoh pendidikan nasional, dan sejarah presiden RI.

Taman Pintar Yogyakarta

Prinsip Ki Hajar Dewantara

Taman Pintar Yogyakarta dibangun berdasarkan konsep dari mantan Wali Kota Jogjakarta, Herry Zudianto. Obyek wisata pendidikan ini selalu berusaha menerapkan prinsip Ki Hajar Dewantara untuk niteni (memperhatikan), nirokke (menirukan) dan nambahi (menambahkan). Wahana yang dimiliki akan senantiasa mempertimbangkan nilai-nilai yang diajarkan bapak pendidikan tersebut. “Biar bisa tertanam pula kepada pengunjung, “ pesan Herry.

Sementara itu menurut Kepala Kantor Taman Pintar Yogyakarta, Ita Rustanti, membuktikan komitmen pihaknya dalam masalah pendidikan. Selain itu, konsep pembelajaran merupakan aspek penting yang selalu menjadi prioritas. “Di sini, generasi muda dapat belajar dengan menyenangkan,” katanya.

Ita menambahkan, di zona tersebut pengunjung juga bisa mengetahui bagaimana memilih air yang sehat. Selain itu, mereka juga akan mendapat informasi tentang kriteria air minum yang memenuhi standar kesehatan. “Pokoknya komplet,” katanya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *